Artikel Menarik Lainnya

Apakah Ada Kekuatan Gaib Dalam Proses Hipnotis?

Artikel ini ditulis oleh Bagas Dharma Setyanto, kontibutor ofisial blog Wikumagic.

My Side Story : Apakah Ada Kekuatan Gaib dalam Proses Hipnotis?




Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman saya berencana membuat sebuah acara hipnoterapi untuk kalangan SMA dan sederajatnya. Jenuhnya siswa dengan kegiatan ESQ (Emotional Spiritual Question) yang menurut mereka sama saja dan tidak menghasilkan perubahan apa pun dalam diri mereka, membuat saya dan teman saya untuk berinovasi baru dengan kegiatan hipnoterapi. Khususnya untuk siswa kelas 3 yang akan menghadapi Ujian. Ketika saya dan teman saya mencoba mengusulkan inovasi baru ini ke sekolah – sekolah yang ada di daerah saya, ada beberapa orang yang mempertanyakan bahkan mengatakan bahwa “HIPNOTIS = GENDAM” dan menghubungkannya dengan dunia hitam (gaib). Gendam merupakan ilmu hitam yang digunakan orang – orang jahat untuk merampas barang orang lain, yang jika diperhatikan sekilas mata hampir sama dengan proses orang meng”hipnotis” seseorang. Ada pula orang yang berpendapat bahwa hipnotis dapat membuka aib orang lain. Pada saat itu saya dan teman saya hanya tertawa. Saya berpikir, wajar jika orang – orang awam berkata seperti itu. Saya pun mencoba untuk menjelaskannya kepada orang – orang tersebut apa sebenarnya hipnotis itu? Apa hipnoterapi itu? Dan bagaimana cara kerjanya? Pada artikel ini, saya akan menjelaskan kepada Anda, apakah terdapat kekuatan gaib selama proses hipnotis?


Ada beberapa orang yang salah berpendapat tentang hipnotis. Pertama, orang mengatakan bahwa orang yang “menghipnotis” memiliki kendali penuh atas orang yang “dihipnotis”. Hal ini tidak dibenarkan, karena hipnotis tidak bisa memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengannya. Ada pula yang menyebutkan hipnotis dapat membuka aib seseorang. Hal ini memang bisa terjadi apabila orang tersebut benar – benar ingin mengungkapkannya. Tetapi, hal ini tidak berlaku apabila orang tersebut tidak menginginkannya, karena hipnotis tidak bisa memaksakan hal yang bertentangan. Lain halnya apabila Anda terkena “gendam” seseorang. Anda pasti akan mengikuti apa saja perintah orang tersebut, seolah Anda adalah budaknya. 

Kemudian yang kedua adalah bahwa seseorang tidak ingat apapun yang terjadi selama dia terhipnotis. Hal ini juga tidak benar, karena orang yang dihipnotis menyadari hal – hal yang terjadi disekitarnya, dan tidak dalam keadaan pingsan. 

Hal ini masih diperkuat lagi dengan rumor yang beredar mengenai kejahatan hipnotis. Tentang bagaimana seorang ahli hipnotis dengan mudahnya membuat seseorang tertidur hanya dengan menepuk pundaknya. Benar – benar aneh dan tidak bisa dianalisa dengan rasio normal. Di dunia timur seringkali kita mengucapkan kata – kata “gaib”, “mistik”, “magis”, dan sebagainya. Tanpa kita menyadari apakah sebenarnya maksud dari kata – kata tersebut. Seringkali juga, tema – tema pembicaraan yang terkait dengan kata – kata tadi adalah tidak lebih dari sekedar informasi “sambung – menyambung” yang diturunkan dari generasi ke generasi, yang “lupa” kita periksa kebenarannya. Sama halnya dengan hipnotis. Hanya karena sulit memahami bagaimana proses tertidur yang terjadi dalam hipnotis, dengan cepat kita mencari mudahnya dengan mengatakan bahwa ini pasti menggunakan kekuatan gaib. 



Pernahkan Anda berpikir bagaimana sebuah telepon seluler dapat mengirimkan suara tanpa kabel dalam jarak yang relatif jauh. Apakah Anda pernah berpikir bahwa telepon selular menggunakan kekuatan gaib untuk bisa mengirimkan suara melintasi ribuan kilometer? Tentu tidak! Anda mungkin akan dengan cepat mengatakan. “Kalau itu kan sudah pasti menggunakan teknologi, walaupun saya tidak tahu bagaimana detailnya cara benda itu melakukan hal tersebut.” 



Mengapa kita tidak menyamakan hal tersebut dengan hipnotis? Toh seseorang yang mengatakan bahwa hipnotis menggunakan ilmu gaib pun juga belum tentu paham dengan apa yang disebut dengan gaib. Hipnotis merupakan gejala psikologi yang alami dan biasa. Tanpa Anda sadari, setiap hari Anda telah berkali – kali terhipnotis dan bahkan berkali – kali pula Anda melakukan hipnotis. Bagaimana seorang Salesman dapat merayu konsumen agar mau membeli barang yang dijualnya. Bagaimana seorang ibu dapat membujuk anaknya anaknya untuk belajar, bagaimana seorang politisi dapat menghimpun puluhan ribu suara dari para pendukungnya. Semua adalah fenomena hipnotisme. Secara sederhana, jika Anda dapat “menyuruh” seseorang dan dapat membuat orang tersebut “berpikir” sesuatu, maka sebenarnya Anda telah melakukan apa yang disebut sebagai hipnotis. Mengapa bisa demikian? Secara umum hipnotis merupakan seni penyampaian pesan (seni komunikasi) agar pesan yang disampaikan dapat diterima oleh orang lain dan berlanjut menjadi suatu tindakan. Hipnotis merupakan seni komunikasi yang “persuasif” untuk menyampaikan pesan ke “pusat motivasi” orang lain, sehingga dapat “menggerakkan” orang lain tersebut ke arah dan tujuan yang dimaksud. Pusat motivasi adalah sesuatu yang terdapat dalam diri setiap manusia yang disebut dengan “pikiran bawah sadar”, yang merupakan salah satu bagian pikiran yang memiliki fungsu dan cara kerja yang berbeda dengan pikiran biasa. Sebagai suatu seni komunikasi maka hipnotis melibatkan aspek verbal (bahasa lisan) dan non verbal (bahasa tubuh) seperti halnya komunikasi sehari – hari pada umumnya. 

Jika di masa silam hipnotis diselumuti kabut magis karena identik dengan tangan yang melambai – lambai , mata yang menyorot tajam, mantra yang diucapkan dengan nada rendah, atau pendulum yang berayun – ayun, maka pada saat ini berdasarkan pengetahuan ilmu hipnotis modern. Hal – hal tadi dianggap sebagai suatu komunikasi, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang gemar berkomunikasi dengan lambang – lambang. Sebagai contoh ketika guru bertanya siapa yang tidak paham dengan apa yang tadi dijelaskannya, seorang siswa mengacungkan jarinya ke atas yang melambangkan bahwa siswa itu belum paham. 



Disini dapat disimpulkan, bahwa hipnotis adalah gejala psikologi murni dan tidak terkait dengan unsur – unsur magis, mistik, gaib, atau istilah sejenisnya. Semoga artikel ini dapat membantu kalian yang ingin menjelaskan kepada orang yang masih beranggapan bahwa di dalam proses hipnotis menggunakan kekuatan gaib.


“Saya mohon maaf jika artikel yang saya tulis ini terdapat salah penyampaian atau ada yang tidak sependapat dengan saya. Saya menulis artikel ini hanya berdasarkan buku yang saya baca dan pengalaman pribadi saya.”
^_^

Daftar pustaka:
- Pengalaman pribadi
- Buku Hipnotis Gaul ala Uya Kuya Untuk pemula karya Wandy Barboy



Dapatkan Trik Sulap Gratis Berikut ini :

2 comments:

kayaknya memang hipnotis gak pake ilmu gaib, tapi pake sugesti

nice info bro, pengin belajar langsung tentang hipnoterapi neeh..

modjo

Facebook Blogger Plugin: Bloggerized by AllBlogTools.com Enhanced by MyBloggerTricks.com

Post a Comment

Welcome to Wikumagic, the first online magic resource in Indonesia.
Komentar anda akan dimoderasi dan akan muncul setelah disetujui oleh Administrator.

Jika menggunakan anonymous ID, harap sertakan nickname anda di akhir posting.
Jika anda mengharapkan balasan atas komentar anda, lebih baik tulis di Wall Facebook Wikumagic di alamat
http://www.facebook.com/pages/Wikumagic/113846238688801
Terimakasih.